🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃
🏡 RUMAH ILMU INDONESIA
Berbagi Ilmu Berkah Bersama
📅 19 Maret 2016
Oleh:
Tim Rumah Ilmu
Kang Farhan Alwayni
🍃RINDU YANG BERUJUNG SURGA🍃
Saudaraku Yang Mulia...
Rindu akan melahirkan semangat hidup.
Rindu akan menimbulkan kekuatan fisik.
Rindu akan menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang.
Namun...
Rindu terhadap apa yang akan kita pilih?
Rindu yang berujung surga atau rindu yang mendatangkan neraka.
Marilah kita tengok generasi-generasi awal ummat ini. Maka kita akan temukan keindahan kerinduan mereka yang berujung surga.
Mereka yang ketika menghidupkan malam akan menyambut pagi dengan kebahagian tetapi ketika mereka lalai dan tertidur darinya maka akan memasuki waktu pagi dengan kesedihan yang luar biasa.
Dengarkanlah bagaimana Imam Sufyan Ats-Tsaury menyatakan kerinduannya dengan berkata:
"Bila saat malam tiba aku sungguh akan merasa gembira dan bila saat pagi tiba sungguh aku merasa sedih."
Mereka adalah insan mulia yang senantiasa merindukan penghujung malam untuk berdoa kepada Allah. Mereka rela sedikit tidur agar mendapatkan waktu istimewa dalam penghapusan dosa.
Allah Ta’ala berfirman:
تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا
“Lambung-lambung mereka jauh dari pembaringan, karena mereka berdoa kepada Rabb mereka dalam keadaan takut dan berharap kepada-Nya.” (QS. As-Sajadah: 16)
Allah Ta’ala berfirman:
كَانُوا قَلِيلاً مِّنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ. وَبِالأَسْحَارِهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ
“Di dunia mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam. Dan selalu memohon ampunan di waktu sahur (menjelang fajar).” (QS. Adz-Dzariyat: 17-18)
Mereka yakin bahwa ada keistimewaan dan keutamaan sujud dan berserah diri di hadapan Allah dalam keheningan malam.
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ
“Seutama-utama puasa setelah ramadhan adalah puasa di bulan Muharram, dan seutama-utama shalat sesudah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim no. 1163)
Karena adanya keistimewaan dan keutamaan dari rindu yang mereka miliki maka mereka tidak ingin mulia seorang diri sehingga mereka mengajak sang pendamping hidup untuk bersama meraih gelar golongan hamba yang senantiasa mengingat Allah.
Dari Abu Said Al Khudri dan Abu Hurairah radhiallahu anhuma mereka berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
مَنْ اسْتَيْقَظَ مِنْ اللَّيْلِ وَأَيْقَظَ امْرَأَتَهُ فَصَلَّيَا رَكْعَتَيْنِ جَمِيعًا كُتِبَا مِنْ الذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ
“Barangsiapa yang bangun malam dan membangunkan istrinya kemudian mereka berdua melaksanakan shalat dua rakaat secara bersama, maka mereka berdua akan digolongkan ke dalam lelaki-lelaki dan wanita-wanita yang banyak berzikir kepada Allah.” (HR. Abu Daud no. 1309, Ibnu Majah no. 1335, dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Al-Misykah: 1/390)
Terkadang kita sering melihat orang yang begitu semangat di pagi hari saat kita bertemu dengannya tetapi ada juga orang yang begitu malas. Ternyata orang yang malas itu masih menyimpan simpul ikatan dari setan.
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
يَعْقِدُ الشَّيْطَانُ عَلَى قَافِيَةِ رَأْسِ أَحَدِكُمْ إِذَا هُوَ نَامَ ثَلَاثَ عُقَدٍ يَضْرِبُ كُلَّ عُقْدَةٍ: عَلَيْكَ لَيْلٌ طَوِيلٌ فَارْقُدْ. فَإِنْ اسْتَيْقَظَ فَذَكَرَ اللَّهَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَإِنْ تَوَضَّأَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَإِنْ صَلَّى انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَأَصْبَحَ نَشِيطًا طَيِّبَ النَّفْسِ وَإِلَّا أَصْبَحَ خَبِيثَ النَّفْسِ كَسْلَانَ
“Setan mengikat tengkuk kepala seseorang dari kalian saat dia tidur dengan tiga tali ikatan, dimana pada tiap ikatan tersebut dia meletakkan godaan, “Kamu mempunyai malam yang sangat panjang maka tidurlah dengan nyenyak.” Jika dia bangun dan mengingat Allah maka lepaslah satu tali ikatan, jika dia berwudhu maka lepaslah tali yang lainnya, dan jika dia mendirikan shalat maka lepaslah seluruh tali ikatannya sehingga pada pagi harinya dia akan merasakan semangat dan kesegaran yang menenteramkan jiwa. Namun bila dia tidak melakukan itu, maka pagi harinya jiwanya menjadi jelek dan menjadi malas beraktifitas”. (HR. Al-Bukhari no. 1142 dan Muslim no. 776)
Kita senantiasa rindu dan berharap untuk bangun di malam hari tapi begitu sulit untuk melakukannya dan kita terluputkan dari keindahan malam itu.
Apa penyebabnya?
Mari simak perkataan Al-Hasan Al-Bashry,
"Sungguh seseorang itu melakukan dosa yang kemudian menyebabkan ia terhalangi untuk bangun di saat malam."
Ya..Disiang hari tubuh kita senantiasa terlumuri lumpur dosa sehingga tubuh ini tak layak untuk bangun bertemu dengan malam, seolah-olah bangun di malam hari begitu melelahkan.
Mari kita lihat hadist dibawah ini sebagai pendorong agar kita bisa menghidupkan malam.
Dari Jabir bin Abdillah dia berkata: Saya mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِنَّ فِي اللَّيْلِ لَسَاعَةً لَا يُوَافِقُهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ خَيْرًا مِنْ أَمْرِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ
“Sesungguhnya di waktu malam terdapat suatu saat, tidaklah seorang muslim mendapati saat itu, lalu dia memohon kebaikan kepada Allah ‘azza wajalla baik kebaikan dunia maupun akhirat, kecuali Allah akan memperkenankannya. Demikian itu terjadi pada setiap malam.” (HR. Muslim no. 757)
Semoga Allah 'Azza wa Jalla memberikan kita kekuatan dan kemudahan untuk rindu kepada malam sehingga rindu itu mengantarkan kita kepada surgaNya.
Wallahu a'lam bishshowab
↔↔↔↔↔↔↔↔
RII-FR/19/03/16/008
---------------------------------------
Ayoo gabung bersama
Rumah Ilmu Indonesia
(Membahas ilmu agama, bisnis, sosial, motivasi, dan peluang pekerjaan serta usaha)
KETIK:
Gabung#Nama#Alamat#Pekerjaan#email
Kirim WA ke nomor: 085659005441
Silahkan dishare, semoga saudara2 muslim lainnya mendapatkan manfaat
Jazaakallahu khoiron 😊
〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Tidak ada komentar:
Posting Komentar