Kamis, 17 Maret 2016

Sembunyi atau Terang-terangan

Sembunyi atau Terang-terangan?

Pernahkah mengalami suatu kejadian saat hendak tilawah di tempat umum lalu tak jadi karena takut tidak ikhlas?

Pernahkah saat hendak tilawah, tiba-tiba ada teman datang sehingga tidak jadi tilawah karena khawatir disebut orang soleh?

Apakah tilawah itu harus sembunyi-sembunyi sehingga ikhlas? Ataukah yang tilawah di tempat umum, dg banyak orang melihat merupakan indikasi tidak ikhlas? Sedangkan Allah SWT Mewajibkan ikhlas dalam setiap amal ibadah.

Mari kita cari jawabannya dalam Al Quran. Allah SWT Berfirman dalam surat Fathir (35) : 29
" Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi,"

Allah SWT mengelompokkan amal secara diam-diam dan terang-terangan sesungguhnya mendapat ganjaran yang sama, perniagaan yang tidak merugi. Tak ada bedanya amal diam-diam atau terang-terangan.

Lalu apa yang dimaksud dengan ikhlas? yaitu amal tilawah yang semata-mata ditujukan kepada Allah SWT, secara diam-diam maupun terang-terangan.

Bisa jadi ada orang yang tilawah menyendiri, di rumah tanpa terdengar orang lain, namun dalam hatinya berkata "tuh kan saya mah tilawahnya paling banyak". Bukankah ia juga tidak ikhlas.

Bapak/Ibu rahimakumullah, disini jelas bahwa aktivitas ibadah khususnya tilawah tidak harus selalu bersembunyi, tidak harus selalu di masjid, tapi juga bisa kita lakukan secara terang-terangan ditempat umum, dengan syarat kita jaga keikhlasan semata-mata mencari ridha Allah SWT.

Selain itu, kita berharap tilawah kita menjadi syiar kebaikan mengajak orang tilawah dengan suri tauladan. Yuuuk tilawah 😋

Tidak ada komentar:

Posting Komentar